Senin, 21 Desember 2015

Arti setiap detik
Merasakan indahnya  di dalam  alur cerita kehidupan ini, bahagia bersama hal yang sangat berarti.  hal yang semula ku rasa sangat tidak begitu bermakna, semua seperti  berubah bermula dari kekosongan yang akhirnya telah berpenghuni. Hari demi hari yang terlewatkan dengan suasana baru, dan semangat baru. Semangat yang baru ku temukan saat waktu telah berjalan lama.
“Brukkkk..” bak suara bom atom yang menghampiriku dan seolah olah hampir membuat jantungku copot tiba tiba. “heyyy,, ngelamun aja mikirin apa kau”
 suara lembut itu terdengar olehku, yang sedikit masih dalam hanyutnya lamunan “ehh,, enggak papa” jawabku singkat kepadanya, yaa dia grace sahabatku yang paling dekat denganku danyang paling mngenaliku.
“ahh kau selalu begitu, kapan mau cerita sama temen sendiri udah hampir tiga tahun kita sama sama di sekolah ini,sekelas tahun depan belum tentu kita bisa kumpul kaya gini lagi, come on kalo mau cerita aku siap dengerin kok” ucapnya yg sedikit kecewa mendengar jawabanku tadi
. “iyaa aku pasti cerita kok nanti, tapi percaya aku tidak apa apa” jawabku yang sedikit menenangkan dari dugaanya terhadap ku, ntah kenapa hingga sekarang akupun juga masih bingung dan masih belum yakin dengan apa yang tejadi. Yaa semua pasti ada waktunya kok.
 “terserah mu deh,. Oiya minggu depan kita udah try out gimana udah ada persiapan,??” Tanya grace padaku “udah lumayan, harus banyak nih persiapan kita yaa walaupun masih try out ,” jawabku
“wiiihh.. yaa harus dong ini try out terakhir, itu hidup dan mati buat kita” ucap grace yang sedikit mengajakku untuk bercanda.. “hidup dan mati, kek mau perang aja kau” ucapku yang sedikit meledeknya
“hhaha,, ya nggak gitu juga keles kan bisa gitu, kita buat tolak ukur seberapa kemampuan kita sampai sekarang inget inget ini udah terakhir kita santai-santai di depan kertas itu, ahh gak serulah kau ” ucap grace sembari mnegerutkan dahinya hari itu sangat menyenangkan bagi kita dengan obrolan-obrolan hangat antara kami berdua seakan melupakan setiap hal yang membebani kami. Termasuk rasa penasaran grace terhadapku
***
Hari demi hari kita lewati bersama dengan canda tawa setiap hal yang terjadi seakan akan tidak pernah absen untuk saling kita ceritakan, kita saling berkata dan mendengarkan satu sama lain, sakan dunia ini hanya milikku dan grace saja,tidak pernah sekalipun kita melewatinya dengan duka yang berlebih, yaa walaupun tidak jarang antara kita ada sedikit pertengkaran tetapi itu pun juga tidak pernah berlangsung lama antara kami berdua.
Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 siang itu tidak terlalu panas karna semilir anginpun masih dapat di terjemahkan oleh kulit ini. “Grace kemarilah..” dalam ujung pandang tiba-tiba ku melihat grace yang sudah keluar dari ruang try out.
“haii… gimana try outnya ??” Tanya grace yang sudah berada tepat di depanku “waah,, lumayan menguras fikiran, tetap yakin dong” ucapku menanggapi pertanyaan grace
“udah try out terakhir, yuk kita nyantai kita jalan-jalan lama nih semenjak kita kelas XII kaya hampir lupa,rasanya angin luar” ledek grace padaku “iyaa.. kita refreshing tinggal nunggu UN kita,Dan semoga kita lulus dengan hasil yang memuaskan nanti.udah Ga sabar pengen lanjutin bakat terpendam ini” ucapku padanya
“yakin kau mau ngambil arsitek, emang kau nggak bakal kangen gitu sama sahabatmu yang cute ini secara kata orang kita kan lengket banget nggak dielas ngga diluar udah kayak surat sama perangko aja ” ucap grace tiba-tiba, dengan gaya sok cutenya itu “yakinlaah,, yaa mungkin kita nggak nerusin di jurusan yang sama tapi kan kita tetap satu universitas kali  tetep kita sahabatan nggak ada yang bisa gantiin kau, kau kan sahabat  yang limited edision.! udah jalan yuk” ucapku sembari mengajaknya
Hari ini kita benar – benar merasakan dunia kita yang dulu dunia pada saat kita masih menduduki kelas X dan XI, dan ini waktu yang tepat buat aku cerita sama grace tentang hal yang aku janjikan waktu itu,, “hmm.. grace aku mau cerita yang waktu itu” ungkapku
“iya, cerita aja kali kita sambil nyantai disini” ucap grace sambil memakan snack yang ada di tanganya. “maaf sebelumnya, aku ga pernah cerita ini denganmu grace aku masih nunggu waktu yang tepat aja,buat jujur dan kali ini aku mau jujur” ucapku yang sedikit bertele tele “emang kau nyembunyiin apa dariku ?? bukanya selama ini kita saling terbuka dengan satu sama lain ??” sedikit mengerutkan dahinya, yang Nampak cemas “sebenernya akhir – akhir ini aku deket sama dia grace” ucapku lirih
“kamu deket sama seseorang, siapa ?? siapa ? dia,,maksudnya dia siapa ?? “ grace pun mulai serius menanggapi perkataanku “iyaa, grace dia anak sebelah yang dulu kmu sering certain” ucapku sedikit ragu… “maksud kamu ?? dia”
“iya grace, maaf aku baru bias jujur sekarang ta..tappiiiiiiii itu ngga seperti yang terbesit d fikiranmu kok “ ucapku yang sangat merasa bersalah yaa.. dulu dia memang sempat dekat dengan sahabatku ini, tapiitu tidak berjalan dengan lama
“ohh..jadi itu” jawab grace singkat
“ii.. iyaa kamu marah denganku maaf sebelumya grace, aku nggak nyangka kalau bakal gini aku nggak pernah berharap seperti ini, jujur aku lebih menghargai pesahabatan kita” ucapku
“ohh.. gitu, maaf aku harus pulang dulu” ucap grace yang mengalihkan pembicaraan, tanpa mendengar penjelasan ku grace pergi betu saja.. yaa aku tau ini  memang membuat grace marah tapi aku tidak bisa menyembunyikanya terus menerus
***
Hari demi hari telah ku lewati, sejak hari itu aku merasa pertemanan ku dengan grace mulai menjauh, bahkan grace pun sering mengabaikanku saat aku ingin berbicara denganya, yang selalu beralasan sibuk dengan hal yang akupun tidak atu apa itu. ntahlah tidak pernah sedikitpun terbesit dalam fikiranku kalu grace bakal seperti ini persahabatan yang udah berlangsung lama  ini akan menjadi begini di waktu waktu akhir kita bersama berjuang .. hari hari kita berubah semenjak itu memang tidak ada kata marah yang ditunjukkan grace pada saat itu, tapi aku yakin dia benar benar kecewa denganku.. andai waktu dapat diputar aku ga akan berusaha menjauh dari masalah ini, yang membuatku dengan grace seolah olah tidak saling mengenal
“Grace nanati sore jalan yuk kita refreshing” pesan singkat yang ku kirimkan pada grace yang hari ini tak terlihat di kelas.. dan Nihil grace tak kunjung menjawab pesanku
“grace tolonglah jangan begini, mau ampai kapan kau marah denganku. Aku tau kau marah denganku tapi setidaknya dengerin dulu penjelasanku ini nggak seperti yang kau fikirin. Grace tolonglah” … pesan ku kirimkan pada grace lagi berharap dia membalasnya, tapi harapan tinggal harapan nihil dia tdk membalasnya juga ..

***
Besok lusa udah UN . Hari yang sangat ku tunggu-tunggu dengan grace, berharap dia mau memaafkanku sebelum ini.apakah dia mau memaafkanku ntahlah.. semoga saja “drrrrrrrrrrttt,..drrtttttttttttt” getar handphone ku yang tiba-tiba memudarkan ,bayangan harapan harapan ku terhadap grace
“1 massage from Grace” itulah sekilas notifikasi yang ku baca di atas layar handphone ku, “haaaa.. grace” sontak saja aku kaget melihatnya ,, lalu dengan cepat kubuka pesan itu
 “semangat, semoga kamu berhasil minggu depan kamu pasti bisa” pesan singkat dari grace yang sedikit aneh menurutku, ahh tapi ntahlah itu mungkin hanya perasaan ku saja . karna sudah lumayan lama kita tdk komunikasi. Dan aku menjawab pesan grace tadi dengan berharap dia pun akan membalasnya, tapi ternyata dia tidak membaalasnya juga
***
Hari ini hari yang sudah aku tungu sudah banyak persiapan yang ku lakukan, yaa tepat hari ini UN telah di laksanakan, grace tiba tiba aku teringat padanya, aku belum melihatnya hari ini kita memang tidak satu ruangan sama seperti try out sebelum-sebelumnya  grace walaupun dia masih belum bisa seperti dulu lagi denganku, ntahlah semoga grace bisa memahami ku pada saatnya nanti,
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 dan  15 menit lagi ujian akan dimulai
 “Grace, semoga sukses untuk hari ini SEMANGAT” pesan ingkat yang ku kirimkan padanya sebelum aku masuk ke ruangan. Hari ini harapan itu tidak sesuai dengan apa yang ku bayangkan
saat aku dan grace bisa saling mensupport tapi apa daya, semua sudah terjadi yaa semoga kejadiaan ini tidak berefek kepada grace maupun aku nantinya.
“teett .. teeettttt” bel telah berbunyi tanda bahwa waktu ujian telah selesai, segera bergegas aku untuk pulang, untuk segera beristirahat dan mempersiapkan ujian besok,
Lelah sekali hari ini biasanya ada teman yang selalu ada di sampingku tapi tidak untuk kali ini, sudahlah mungkin memang semua terjadi begini adanya tapi grace, yaa dia akan selalu jadi sahabatku
***
ujian sudah berlangsung dengan lancar beberapa hari ini, dan tepat hari ini adalah hari terakhir, yaa hingga saat ujian terakhir ini sudah berlalu  aku masih teringat pada grace aku masih penasaran denganya, kemana ia aku tak pernah melihatnya, khawatir denganya “Drrrtttt..drttttttttttttt” tiba-tiba handphone ku bergetar dan sontak saja  mengagetkanku “Assalamu’alaikum tante” ucapku dan kami memulai percakapan “iya tante, saya masih di sekolah, iya sudah pulang kok ,, iya saya nnti kesana tante” ternyata ibu grace yang menelfonku dia menyuruhku aku kesana dan bergegas aku pergi kerumah grace
“assalamu’alaikum tante..” ucapku seraya mengetuk pintu “iyaa.. wa’alaikumsalam’ seraya membuka pintu dan memperslahkanku masuk, akhirnya kamipun mengobrol banyak,hingga membicarakan grace, tanpa ku duga ternyata semua yang terjadi tidak seperti yang ku bayangkan, air mataku tiba-tiba mengalir begitu saja, setelah mendengar cerita dari ibunya, yaa ternyata minggu-minggu terakhir ini aku tidak melihat grace dia menyembunyikan hal seperti itu terhadapku grace ternyata dia pindah ke Jakarta dia disana untuk berobat terhadap penyakitnya, “grace kenapa dia tidak cerita denganku tante ??” ucapku dengan air mata yang terus mengalir haru
“Tante tidak tau, dia bilang kepada tante dia tidak ingin ada yang tau tentang sakitnya tapi yakinlah nak, grace tidak bermaksud buat menyembunyiin hal yang sebesar ini padamu.. oiya sebelum grace berangkat ke Jakarta ia menitipkan surat ini kepada tante, dia untuk disampaikan ke kamu nak setelah kamu selesai UN” ucap tante seraya menahan air matanya yg terus mengalir (lalu kubaca surat dari grace) betapa terkejutnya aku grace dia benar-benar menyembunyikan sakitnya dariku kan dan dia menuliskan bahwa dia tidak marah dengan rahasia ku, dia senang jika melihatku senang
Grace maafkan aku yang tidak bisa membantu mu,dikala kamu sakit aku tidak bisa menemanimu, ku do’akan semoga di sana kamu cepat diberi kesembuhan, semoga kita bisa segera bersama lagi, kamu tetap akan menjadi sahabatku grace.. sekarang dan selamanya .